Fikry Fatullah Founder & CEO KIRIM.EMAIL. Seorang penulis buku bisnis, praktisi email marketing dan pelaku remote working Indonesia.

Dari Affiliate Ke Bisnis Owner

3 min read

Bismillahirrahmanirrahim  

Selamat datang di kirim.email, bersama saya Fikry Fatullah.

Kali ini saya akan membahas tentang affiliate marketing, karena saya dulu seorang affiliate. Kita akan diskusi bagaimana Anda bisa berubah dari seorang affiliate marketer menjadi seorang bisnis owner (pemilik bisnis).

Sebagai catatan sebelum kita mulai, Anda tidak harus berubah. 

Ini bukan episode yang menyuruh Anda untuk berubah menjadi pebisnis, pemilik toko, dan lain sebagainya. 

Bagi saya, selama itu jelas halal-haramnya, karena bisnis adalah surga-neraka bukan hanya jual-beli, maka yang lain adalah tentang benefit dan konsekuensi.

Jadi, tidak ada yang salah dengan menjadi affiliate

Tapi, jika Anda merasa ada sesuatu yang kurang di affiliate (karena affiliate ini kita sebagai penengah) meskipun easy money, dan inilah yang saya rasakan, yaitu ada yang hilang tentang value (nilai) yang ingin saya perjuangkan.

Karena bagi saya, bisnis itu jalan dakwah. Saya merasa tidak ada yang bisa saya ‘dakwahkan’ dengan menjadi seorang affiliate. Mungkin saya salah, tapi itu yang saya rasakan saat itu.

Ambil produk lalu jual, baik affiliate dari dalam maupun luar negeri. Saya memilih produknya, offernya, kemudian saya jual dan broadcast emailnya.

Jika Anda merasakan perasaan yang sama, berarti episode ini cocok untuk Anda. Jika Anda memang masih ingin stay di affiliate, tidak apa-apa, begitupun jika Anda ingin berhenti sekarang pun ‘monggo’. 

Hal yang dulu saya lakukan adalah pertama tentu saja Anda harus memiliki cash

Jadi, affiliate adalah cara terbaik untuk men-generate cash, menurut saya. Karena, Anda tidak harus memikirkan produk, modal besar, dan lain sebagainya, yang penting Anda bisa menemukan offer atau penawaran yang bagus, kemudian Anda mendaftar menjadi affiliate dan diterima. Lalu selanjutnya, Anda hanya perlu memikirkan cara menjualnya. Bisa dari Facebook Ads, email (jika Anda punya database), dan banyak lagi caranya. 

Simple, itu yang saya suka. 

Kebetulan, karena saya sudah punya database pembeli saat itu dari beberapa produk lama yang saya jual dan dari beberapa bisnis saya yang bangkrut, saya tinggal mencari produknya yang menurut saya cocok dengan database yang saya miliki, kemudian saya akan tawarkan ke mereka.

Itulah cara saya dulu ketika bermain affiliate di awal, dan terbukti benar bahwa ini easy money. Alurnya, broadcast-uang, dan saat itu saya sedang kesulitan uang cash jadi terasa banyak cash yaitu setelah broadcast, kemudian uang langsung masuk.

Apalagi kalau launching, affiliate cenderung cepat pembayarannya. Biasanya hanya 10 hari masa launching, setelah itu berselang 2-3 hari langsung dibayar. Jadi, cash-nya cepat.

Setelah Anda menjadi seorang affiliate seperti ini, apakah langsung membuka bisnis? Tentu tidak.

Saran saya adalah Anda buat produk dulu. Mulai dengan Anda belajar membuat produk, bisa produk digital atau produk fisik. Kemudian, langsung Anda jual produk Anda sendiri. Saya menyarankan untuk menjual produk digital karena itu tidak memerlukan banyak bahan baku dalam pembuatannya dan bisa dibuat kapan pun dan Anda bisa menjualnya secara berulang.

Anda tidak perlu banyak pikiran, karena yang penting Anda punya skill lalu membuat produknya, dan dijual, selesai.

Jadi, orang pemilik produk itu sudah me-shift atau mengubah mindset Anda dari seorang affiliate. Begitu Anda memiliki sebuah produk, Anda mulai bersentuhan atau berkenalan dengan yang namanya customer service (CS), menjaga kualitas produk, me-manage dan berkomunikasi dengan affiliate, dan akhirnya Anda mulai merasakan hal-hal yang tadinya Anda tidak rasakan sewaktu Anda menjadi seorang affiliate.

Memiliki produk itu merupakan tanggung jawab moral yang besar, bukan hanya tanggung jawab secara produk, tetapi juga tanggung jawab apakah Anda bisa deliver janji yang Anda sampaikan di halaman penjualan Anda? Kira-kira seperti itu.

Setelah Anda memiliki produk, lalu Anda juga sudah paham bagaimana cara launching produk, maka barulah Anda membuat bisnis.

Nah, saat membuat produk ada banyak sekali layanan yang bisa Anda gunakan untuk mempermudah peluncuran atau penjualan produk Anda. Apalagi saat ini,”mejanya berputar”, artinya yang tadinya Anda seorang affiliate marketer, sekarang Anda menjadi pemilik produk yang menarik affiliate. Jadi, berubah posisinya. Tadinya Anda yang menjual produk orang, sekarang Anda yang mencari orang lain untuk membantu penjualan produk Anda, terutama produk digital.

Cara termudah adalah menghubungi beberapa jaringan affiliate yang sudah ada. Di Indonesia, terdapat dua jaringan yang besar yaitu Ratakan dan AIDA.

Anda bisa memposting atau mempublish produk Anda ke Ratakan, kemudian mereka akan mengabarkan ke para affiliatenya. Anda juga bisa meminta affiliateaffiliate yang Anda undang untuk mendaftar di Ratakan dan mengambil link-nya. 

Jadi, Anda tidak perlu memikirkan sistem affiliate lagi. Karena Ratakan yang akan menyediakan link-nya, statistiknya, mengelola komisi affiliate, dan lain sebagainya. Sehingga, Anda hanya perlu fokus ke produk, komunikasi ke affiliate, dan deliver nilai atau value yang baik ke konsumen Anda. Anda bisa melupakan sistem affiliatenya dengan menggunakan platform seperti Ratakan atau AIDA itu.

Nah, kabar gembiranya saat ini, Anda sudah bisa mengintegrasikan Ratakan dengan kirim.email. Jadi, silahkan nanti Anda bisa ke kirim.email/ratakan atau bisa juga mengunjungi episode ini “Dari seorang affiliate marketer ke bisnis owner.”

Lalu, apa kelebihannya? Saat Anda membuat produk digital, dan Anda menghubungkan Ratakan dengan kirim.email, kemudian produk Anda laku terjual, maka database pembelinya akan langsung masuk ke database Anda di kirim.email. Sehingga Anda tidak perlu turun tangan secara manual, dengan begitu saat Anda harus memulai bisnis, Anda sudah memiliki database pembeli produk-produk digital Anda.

Jadi, Anda hanya perlu melakukan broadcast saja ke mereka saat Anda ingin meluncurkan bisnis baru. 

Itulah fase-nya bagi saya dari seorang affiliate switch atau naik tangga ke pemilik produk, dan switch lagi ke pemilik bisnis.

Karena kalau hanya pemilik produk saja, Anda bisa ‘solo’ atau sendirian, sedangkan jika Anda ingin membangun bisnis maka Anda harus memiliki tim, merek yang bagus, dan lain-lain.

Jadi, itu step atau tangganya dari saya. Perlu diingat seperti yang saya sampaikan bahwa semua ada konsekuensinya. Kalau Anda tidak ingin menempuh tangga yang saya jalankan, tidak masalah. Saya kembalikan ke Anda. 

Kalau Anda ingin stay, menjadi seorang affiliate juga banyak yang sukses. Hanya saja, saya juga melihat bahwa banyak affiliate seperti Robert Gryn dari seorang affiliate yang kemudian membuat bisnis, walaupun bisnisnya tidak jauh-jauh dari affiliate. Misalnya, layanan tracking. Beliau juga memiliki beberapa layanan lain yang bisnisnya berjalan karena sangat memahami pasar affiliate.

Jadi pronsip saya, adalah saya menggunakan affiliate sebagai sarana belajar, seperti mendatangkan traffic, closing, follow up, dan lain-lain termasuk membangun database.

Kemudian, saat saya membuat produk, saya belajar customer services, belajar bagaimana produksi meskipun itu produk digital, lalu belajar menjaga kualitas dan deliver value yang bagus. Hingga akhirnya saat saya membangun bisnis, saya sudah memiliki pengetahuan tentang traffic, produk, CS, dan banyak hal yang itu menjadi senjata saya untuk membangun bisnis yang lebih besar lagi.

Selain itu, efek samping dari semua proses itu adalah Anda punya database pembeli yang bisa Anda gunakan untuk membangun bisnis Anda agar lebih besar lagi.

Jadi itulah yang saya lakukan. Affiliate dan meluncurkan produk adalah cara saya untuk membangun database yang kemudian bisa saya gunakan untuk membangun bisnis yang saat ini Anda kenal yaitu kirim.email.

Terima kasih. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Fikry Fatullah Founder & CEO KIRIM.EMAIL. Seorang penulis buku bisnis, praktisi email marketing dan pelaku remote working Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *