Fikry Fatullah Founder & CEO KIRIM.EMAIL. Seorang penulis buku bisnis, praktisi email marketing dan pelaku remote working Indonesia.

Berbisnis dan Bekerja Yang Tidak Sesuai Passion

5 min read

Halo Bismillahirohmanirohim, Selamat datang di kepo kirim.email-podcast bersama saya Fikri Fatullah. Kepo didukung oleh kirim.email marketing yang akan memungkinkan anda berbicara hati ke hati dengan pelanggan Anda. oke kali ini saya akan membahas tentang bisnis atau pekerjaan yang tidak sesuai passion. Bagaimana baiknya? nah saya bisa pribadi di posisi itu ya Saya belum pernah menemukan orang pasionnya ngirim email atau ngurusin Bagaimana email terkirim, delivery red gak ada Hehehe. ya intinya itu bukan passion Saya. Saya enggak begitu menikmati semua hal tentang email,enggak. Kalau ditanya apakah saya passionnya disitu, Ya enggaklah. Saya pernah ke tukang sate dia ex bankir ya terus dia buka sate. sesuatunya rame Alhamdulillah. Ya saya kalau ditanya passion mah  jawabnya ya passion saya moge,motor gede gitu kan Ya. Nah jadi bagaimana ya? apakah disetop? apakah satunya ditutup udah rame banget? Enggak kan. Jadi bagaimana? nah prinsipnya buat saya ini suatu hal yang harus kita bahas dulu adalah manusia memiliki daya adaptasi atau kemampuan beradaptasi yang sangat-sangat luar biasa ya. Kita bisa istilahnya belajar mencintai, kita bisa saya belajar mencintai proses email marketing. Apakah saya suka? enggak tapi saya belajar mencintai prosesnya. 

Di buku yang ditulis oleh Richard Bandler ya beliau mengatakan seperti ini yang saya setuju yaitu bahwa kebahagiaan itu bukanlah sebuah aktivitas tapi sesuatu yang harus dipelajari. Jadi kebahagiaan iitu adalah skills, semakin bagus skill kita, kita semakin bahagia. Prinsipnya seperti itu, kok kita tiba-tiba Bahas bahagia? lah orang goal awalnya, kalau ditanya kenapa dia ngejar passion, itu kayaknya bahagia mengerjakannya,kan begitu ya. Nah jadi saya punya prinsip bahwa kita bisa belajar. Kita bisa belajar mencintai, kita bisa belajar menyukai semua dalam bisnis, kalau kita hanya mendalami yang kita sukai, maka bisnis akan sangat menantang buat kita karena di dalam bisnis itu banyak sekali yang nggak kita sukai. 

Contoh saya, saya sangat tidak ngerti proses pengurusan pajak, sangat tidak menikmati ya, cenderung saya hindari. Apalagi yang saya tidak bisa yang tidak bisa saya nikmati, memecat orang itu sangat ga enak sih. Saya bisa-bisa gak tenang tidur habis memecat orang dan banyak lagi hal-hal seperti itu yang saya tidak suka. Saya nggak suka nyobain ngiklan di tempat yang saya ngerti misalnya iklan di mana ada sebuah majalah bisnis yang nawarin kita untuk ngiklan di majalah tersebut. Saya ga ngerti iklan di majalah, saya ga ngerti iklan di media cetak ya tapi lagi itu dia saya dengan presentasi dari beliau bahwa pembacanya banyak semua bisnis UKM, jadi pengen nyoba gitu. Wah boleh juga nih coba ngiklan, tapi tadi itu bukan proses yang saya sukai. Saya nggak suka sesuatu yang saya tidak mengerti . Dan saya tidak mengerti tentang dunia iklan di media cetak. Tidak mengerti, saya tidak pernah nyobain tapi ya datang momennya dimana saya harus mengkonfrontir itu. Saya pengen coba kan gak tahu dan ya lagi mungkin dari sisi biaya tidak begitu mahal. Relatif lah mahal, lebih mahalan Facebook ads lah, mungkin tapi ya lagi Facebook ads itu sangat terukur per rupiahnya. Per akuisisinya, berapa per akuisisinya 5.000, 10.000, 100.000 semuanya ada. 

Media cetak gimana? Nah itu yang saya tidak suka ya. Saya tidak mengerti tapi ya lagi akan saya coba. Jadi dalam bisnis akan banyak sekali yang tidak sesuai passion. Jadi kalau kita hanya ngikutin passion doang yang tidak tolerir, yang tidak kita sukai, bagaimana kita akan menjalankan bisnis? tidak mungkin. Satu titik dalam bisnis kita, satu titik dalam usaha kita atau satu titik dalam pekerjaan kita, misalnya ada seorang profesional ya bukan pebisnis,  anda akan ketemu hal yang enggak anda sukai tapi harus dilakukan. Jadi gimana mau dihindari ya bagus dari awal kita latihan, bagaimana caranya belajar mencintai apa yang kita lakukan. Intinya jangan hanya nurutin passion buat saya. Nah dalam Islam sendiri, padanan katanya passion mungkin hawa nafsu yang ngejar yang enak-enak lah, yang ngejar kerja yang enak , Hawa nafsu mungkin.  

Nah jadi artinya apa? kontrol atau kendalikan itu hawa nafsu kita mengejar fashion itu. Saya dari dulu sangat menikmati dunia audio mungkin itu yang menyebabkan Saya turun ke podcast. Saya menggunakan podcast dari 2015 sampai sekarang. Mungkin karena itu passionnya di dunia audio. Saya sangat suka audio, saya sangat editingnya, saya sangat suka prosesnya. Saya suka  mencari sound terbaik. Saya suka semua hal yang ada di situ ya karena saya mungkin sebelum saya bisnis, saya 12 tahun di dunia audio. Saya sangat menikmati, nah langkah selanjutnya Bagaimana pekerjaan saya? awalnya dikirim.email itu tidak ada hubungannya dengan audio sama sekali kan. Ya jadi jalan tengahnya ya saya bikin podcast yang dibawa ke bisnis. Ke kirimi.email. 

Nah setelah kita belajar mencintai, pelajaran satunya yang tadi. Bagaimana kita bisa menghasilkan dari passion itu. Karena itu dua skill berbeda, mendalami sebuah passion dengan bisa bener-bener menghasilkan dari sebuah passion itu skill berbeda. Itu pengetahuan berbeda,  jangan anda jadi ngerepotin orang gara-gara ngejar passion ya. Dulu saya punya temen yang seperti itu, yang ngejar passion sebagai pelukis ya sampai berhenti ini berhenti itu. Hanya gara-gara mau melukis.  Ya bener lukisannya kalau dijual laku bisa 50-60 juta, Sayangnya dia jadi nyusahin orang tuanya, karena itu karna gak ada pemasukan tetap, sekali ada pemasukan memang gede tapi tidak belajar pengelolaan keuangan yang baik. Jadi pemasukan yang gede pun itu hilang ya. Baru ada yang jual lukisannya laku terus udah, abis itu susah lagi. Foya-foya susah lagi, foya-foya susah lagi, gitu terus siklusnya nggak nggak berhenti ya, karena tadi tidak memahami bagaimana ilmu Finance, bagaimana uang bekerja, Bagaimana cara menyimpan uang ya. Mungkin dibenaknya menyimpan waktu cuma nabung. Bagaimana mengelola keuangan dia gak tahu caranya.

 Nah awalnya saya juga tidak begitu tertarik dengan dunia Finance ya tapi lagi Bagaimana caranya bisnis bisa bertahan, kalau kita tidak memahami Finance. Saya bukan orang yang enjoy nyimpen tapi lagi saya belajar-belajar, saya disiplin ya pelan-pelan mungkin yang enggak sejago yang pakar-pakar financial engineering, enggak tapi atleast atau paling tidak saya dari dulu sampai sekarang sudah cukup banyak berubah. Kalau saya lihat hidup yang sangat tidak saya sukai awalnya, tidak saya nikmati awalnya, intinya sih buat saya sih seperti itu ya. Ya kalau anda dapat kaya Pak Ridwan Kamil bilang ya, anda punya hobi yang terus Anda dibayar ya bersyukurlah. Itu mungkin bonus dari Allah tapi mungkin Anda seperti saya yang terjerumus tanda petik ke dalam bidang yang bukan passionnya. Ya itu bukan passion saya jelas ya. Saya nggak bisa mengandalkan revenue dari passion, mungkin ya tetapi dari bisnis yang di develop dengan disiplin.

 Cara latihan disiplin terbaik adalah dengan mengontrol passion, dengan belajar mencintai. Jadi Mencintai atau bahagia ya Ada prosesnya, ada-ada skillnya. Bahagia adalah sebuah skill yang bisa dipelajari cari tahu caranya. Kalau anda cuman bahagia karena satu hal tapi punya 24 syarat nggak bahagia, Ya udah jelas itu sebagian besar hidupnya tidak bahagia ya. Bagaimana cara kita menambah sumber-sumber kebahagiaan kita selain yang sekarang mungkin yah, makanya karenanya anda mungkin kalau kita hanya fokus ngejar, yang penting kerjanya happy, mau duitnya nomor 13. Ya udah ya kalau memang pilihan Anda seperti itu saya gak bisa menyalahkan. Saya dulu  juga seperti itu ya tapi akhirnya saya sadar bahwa saya sangat egois kalau saya hanya mengejar passion saja sedangkan satu sisi ada orangtua yang harus saya urus, ada istri ada anak yang harus saya tanggung jawab saya, ada lingkungan yang harus saya beri manfaat,  ada gorong-gorong di depan rumah saya dulu yang airnya gak bisa lewat dan saya pengen bantu tapi ada duit, dan saya sangat sebel sama diri sendiri karena itu ya. Ada masjid di pedalaman yang sekarang dibangun dari seng, saya sangat terganggu melihatnya, ingin saya ubah tapi saya tidak di kondisi finansial yang bisa membangun masjid sendirian. Kalau bisa mungkin sudah siap bangun ya, Mohon doanya amin. 

 Ada ketidakadilan di depan mata saya yang terjadi yang gara-gara dia nggak ada duit yang miskin, dia susah, itu jadinya dia nggak bisa ngurusin itu ke meja hijau, ke ranah hukum, karena  dia gak kenal sama pengacara, dia gak bisa bayar pengacara dan banyak lagi hal seperti itu yang tidak bisa diselesaikannya dengan hanya dengan passion. Jadi kalau saya hanya mikirin wah ini harus mengejar passion, semua tinggalin maka saya adalah orang paling egois di dunia ini. Iya dan saya gak mau jadi orang seperti itu. Ya apalagi sampe nyusahin orang. Sekarang aja saya nggak bisa ngebantu yang tadi saya sebut itu, saya gak  bisa bantu. Itu sudah susah banget saya mikirnya gitu kan. Apalagi kalau sampai saya nyusahin gitu loh. Itu mungkin dari saya. Selamat belajar mencintai lah mungkin ya.  Sampai ketemu di episode selanjutnya Insyaallah, saya FikryFatullah, Terima kasih salam Waalaikum warahmatullah barakatuh.

Fikry Fatullah Founder & CEO KIRIM.EMAIL. Seorang penulis buku bisnis, praktisi email marketing dan pelaku remote working Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *